kacamata terapiUntuk dapat melatih otot mata terlebih dahulu diperlukan pengetahuan dasar mengenai struktur mata dan bagaimana mata berfungsi. Tulisan ini akan menjelaskan tentang bagian-bagian mata, manfaat, bagaimana ia berfungsi dan strategi yang sesuai untuk meningkatkan kebugaran mata. Memahami struktur mata akan sangat membantu untuk berlatih meningkatkan kebugaran mata.

Kornea
Kornea adalah bagian luar mata yang melengkung dan mengkilat. Bagian ini menutupi iris (bagian berpigmen). Kornea mengontrol 80% daya pembiasan mata. Kornea mendapat nutrisi dari air mata, yag berfungsi sebagai pelumas. Air mata didistribusikan ke seluruh permukaan kornea ketika kita berkedip. Kegiatan seperti di depan layar komputer, membaca, menonton televisi dan mengemudi akan membuat mata membelalak sehingga mengurangi kedipan yang menyebabkan mata kering.
Latihan : Berkedip setiap tiga detik adalah salah satu cara untuk meningkatkan kebugaran mata anda.

kacamata terapi

Iris dan Pupil
Iris adalah selaput berwarna di antara kornea dan lensa mata. Otot iris dirangsang oleh ada atau tidak adanya sinar. Jika sinar terlalu banyak, ototnya berkontraksi sehingga pupil (selah hitam di bagian tengah iris) mengecil. Di tempat gelap, otot-ototnya mengendur dan pupil membesar. Dengan demikian, iris mengatur jumlah sinar yang masuk ke mata.
Cara iris mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata lebih dipengaruhi oleh cahaya matahari yang berspektrum penuh. Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa cahaya yang masuk ke mata, khususnya sinar matahari alami, berperan penting dalam menyeimbangkan sistem saraf. Terlalu banyak di ruangan dalam terang cahaya lampu akan menyebabkan sistem saraf harus melakukan kompensasi yang menyebabkan terganggunya keseimbangan alami tubuh, sampai akhirnya mengenai struktur organ lain, termasuk mata.
Latihan: Habiskan waktu sekitar 20 menit di luar dengan wajah menghadap ke arah matahari dan mata tertutup. Rasakan kehangatan di wajah dan bayangkan masuknya energi hangat  ke tubuh melalui mata yang tertutup dan membentur iris. Rasakan pupil yang mengecil, bayangkan betapa kecilnya pupil. Berkediplah dan biarkan pupil menyempit ketika cahaya memasuki mata anda. Sesudah berkedip, bayangkan pupil melebar kembali.

Lensa Mata dan Otot Ciliar
Lensa Mata adalah struktur cembung yang transparan yang berguna untuk memfokuskan cahaya yang masuk melalui pupil agar terbentuk gambar pada retina. Otot ciliar mengatur fokus cahaya dengan mengubah bentuk lensa. Otot “pengatur fokus” tersebut bersifat involuntary, yaitu otot yang kerjanya tidak dapat dikontrol secara sadar. Artinya jika kita terlalu fokus, otot ciliar menjadi kejang dan lembam, yang mengakibatkan penglihatan kabur.
Latihan:

  • Lihatlah objek di kejauhan dan segera fokuskan setiap beberapa menit sekali
  • Letakkan ibu jari Anda sekitar 6 inchi di depan mata. Berfokuslah pada ibu jari, lalu lihatlah di kejauhan kemudian kembali berfokus ke ibu jari
  • Ingatlah untuk tetap bernafas secara teratur ketika mengerjakan tugas jarak dekat
  • Ketika mengemudi, arahkan fokus ke objek yang berbeda-beda, missal kaca spion, dasbor, plat nomor mobil di depan, jendela kemudian kaca samping
  • Ketika menelepon, berfokuslah pada alat penerima telepon, benda-benda di atas meja, keluar jendela, kembali ke bolpoin dan seterusnya.

Retina dan Fovea
Retina adalah selaput yang sensitif terhadap cahaya, melapisi bagian belakang bola mata. Energi cahaya yang menyentuh retina diubah menjadi isyarat kimiawi yang membawa informasi ke otak melalui saraf mata. Retina berfungsi mendeteksi gerakan di sekitar penglihatan dan melihat di malam hari.
Persepsi visual yang paling tajam terjadi di daerah dekat pusat retina yang disebut dengan fovea centralis. Ketika semua berkas cahaya terfokus secara tepat pada fovea, anda melihat dengan ketajaman 20/20. Kita harus berhati-hati untu tidak membuat mata tegang yang akhirnya menimbulkan stimulasi berlebihan pada fovea yang menyebabkan kekejangan otot-otot yang fokus dan akhirnya dapat mengurangi efektivitas fungsi retina.
Latihan: Jagalah mata agar terus bergerak sehingga fovea akan terus mendapat rangsangan baru. Berkedip dan bernafaslah.

Otot-otot luar mata
Setiap mata memilki enam otot yang mengelilingi bola mata. Mata dapat bergerak ke atas, bawah, kiri, kanan, tengah dan samping, selalu pararel satu sama lain. Otot-otot ini melekat pada sklera (bagian bola mata yang berwarna putih). Kemampuan dalam mengkoordinasikan gerakan otot-otot tersebut sangat menentukan tingkat penglihatan alami anda.
Latihan: Dimulai dengan pemanasan (warming up). Duduklah dengan nyaman dengan kedua tangan di pangkuan dan kedua telapak kaki di lantai. Kedua mata boleh terbuka atau tertutup. Tariklah napas dalam beberapa kali. Jika sudah siap, tariklah mata anda ke atas setinggi mungkin, tanpa paksaan, sementara anda menarik nafas. Tahan nafas, dan ketika anda siap menghembuskan nafas, tariklah mata ke arah bawah sedapat mungkin. Ulangi gerakan atas bawah sebanyak tiga kali. Berikutnya, tarik ke kanan. Lalu ke arah kanan-atas dan kiri-bawah, dan akhirnya kiri atas lalu kanan-bawah.

kacamata terapi


Artikel Terkait:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s